Minggu, 27 Januari 2008, pukul 13.10 telah berpulang kepada TYE, orang yang pernah berkuasa selama 32 tahun di negeri ini, Bp. Soeharto dengan segala kekurangan dan kelebihannya. 3 Jam setelah kabar berita kematiannya, saya berkesempatan melihat keadaan di Jl. Cendana dan sekitarnya. Dimana banyak wartawan media cetak maupun elektronik yang meliput secara live, baik dari dalam dan luar negeri. Ditengah2 Soeharto meregang nyawa di RSPP selama 23 hari, status hukumnya dipertanyakan. Aksi unjuk rasa pun mewarnai, baik yang pro maupun yang kontra. Bagaimana opini anda mengenai hal ini? Ditengah tuduhan korupsi yang menimpanya sejak beliau lengser thn. 1998, tak ada kah hal yang baik yang ditinggalkan? Itu tak dapat saya pungkiri, meskipun saya tak mengabaikan banyak pula masyarakat yang kehilangan suami, istri, anak, masa depan akibat kebijakan2nya. Mengingat saya bukan journalis, jadi ini hanya beberapa foto suasana di Jl. Cendana yang sempat diambil, sesaat setelah berita kepergiannya beredar di pubilk.   Wartawan mengambil posisi sampai harus naik ke atas untuk mendapatkan gambar2 exclusive di depan rumah tinggal mantan presiden Soeharto, Jl. Cendana.  Ada juga beberapa journalis yang harus naik pohon untuk mendapatkan gambar siapa saja tamu2 baik pejabat2 penting, mantan pejabat zaman Orde Baru maupun kalangan kerabat Kel. Soeharto.  Salah satu masyarakat, yang turut hadir di Jl. Cendana, ingin memberikan penghormatan kepada mantan orang no. 1, Soeharto dengan membawa bunga tanda turut berduka cita.  Tamu2 yang melayat diantaranya, calon presiden mendatang, Sutiyoso.  Kalangan artis, Nia Daniati & suami.  Setelah selesai melayat, Kak Seto, tepat di depan rumah kediaman Kel. Soeharto diserbu oleh media cetak maupun media eloktronik melakukan wawancara untuk mendapat informasi bagaimana situasi di dalam rumah kediaman dan kesan2 Kak Seto terhadap tokoh mantan presiden RI, Soeharto.  Persiapan yang dilakukan oleh para aparat untuk persiapan tenda, mengatur arus para pelayat, dsb.  Media cetak maupun media elektronik terus menunggu berita2 terkini dan mendapatkan informasi2 dari tamu2 penting yang melayat mengenai jadwal prosesi pemakaman.  Perwakilan kantor berita asing, REUTERS yang turut meliput di rumah duka, Jl. Cendana.\  Reporter SCTV, Bayu yang meliput scara live dari Jl. Cendana yang dikelilingi oleh masyarakat yang datang.  Termasuk dari program2 TV, seperti TOPIK.   Media cetak dan elektronik yang berkumpul di depan Jl. Cendana untuk mengirimkan berita ke kantor masing2.  Hidup di zaman Soeharto berkuasa, terlepas dari masalah hukum, secara kemanusiaan sebagai bangsa, saya menghormatinya dan turut berduka cita mendalam. Selamat jalan Pak Harto, smoga amal baiknya di terima oleh TYME. Amin. Cendana, 27 Januari 2008 Linda Y. Hutabarat liputan lanjutannya di LANUD Halim bisa diliat di http://youfy.multiply.com/journal/item/57/Klimaks
 | foto2nya bercerita bagaimana suasana disana keren Inang, sayang gue pindahan kamar jd udah keburu cape kalo gak, gue udah mampir ke cendana hehehee.... |
 | hidup sutiyoso =)) =)) =)) |
 | Wah, terima kasih ya.. dah diaplot... Aku ambil foto kita ya... |
 | Wah, gue juga ada disekitar Menteng Lin. Rencananya pingin kesana cuma keasyikan ngobrol akhirnya kemaleman deh.
|
 | weii.. pdhl gw jg pengen ksana, secara deket dr t4 gw.. tp gak ada temennya..haha.. Kpn lg ya bo'.. saksi sejarah meninggalnya pak Harto, bt cerita anak,cucu, cicit nantiii.. :D |
 | ada yang di Solo gak ya???? Hunting bareng di Astana Giri yuk... :-)
|
 | hihihi teteeeuupp foto2 yak ..biarpun backgroundnya krans bunga..krans bunganya Sutiyoso :D |
 | gak cape nih langsung meliput dari bogor ? thanks for sharing. |
 | tuh, dah tayang! mo jd journalis kok msh narcist seh? :)) |
 | selain saksi sejarah, lumayan cuci mata juga...fotografer2nya pada cakep2 & gagah2 bo... ;)) |
 | linda247 wrote on Jan 28, edited on Jan 28 gak cape nih langsung meliput dari bogor ?  ini gara2 loe Mel! huhuhuuu...loe yg berjanji hunting, loe yg mengingkari ;p
thx dah mampir :),next time hunting bareng lagi ya |
 | Itu jenis phon apa sih yg di panjat sama fotografer/wartawan Lin...??? Keliatannya kokoh, kuat dan gagah sekali deh... hi hi hiy |
 | fotonya mantap, angle di luar peliput, jarang terpublikasi |
 | msh setia jd WTS ya neng, Wartawan Tanpa Suratkabar hehehehe
eh ada camel..., |
 | youfy wrote on Jan 28, edited on Jan 28 jadi bo, yang tukeran no telp kemarin udah di follow up blum? oiya, mohon dikoreksi itu setelah 23 hari dirawat jd bukan 26 hari yak.. :) |
 | bagus liputannya, essay banget...... (eh say, apa kabar)........ Kemarin gue minta lagi nomor lu dari camel, karena yang kemarin gue save itu ternyata nomor miss call sebelum elu, hahaha.....ketahuannya pas ada telepon ke gue, yang keluar di layar HP nama elu, tapi pas gue denger suaranya kok suara cowok......... |
 | waduh akhirnya meninggal juga yah itu pak harto... ;-) |
 | Kalau dapat warisan bagi2 yah.... Perlu banyak nih buat modal Trip. Dan sekaligus memasyarakatkan "JOI" :D |
 | Wadow,...hebat euyyy liputanna LIND.... Tx for sharing en salam dari atas lautan Malaysia |
 | keknya lo cocok len jadi wartawan.. resign gih :-D |
 | sempet2nya ya, nyamperin ke situ? kemungkinannya hanya ada dua. memang tinggal di daerah situ, atau wartawan yang mangkal disitu. :-D |
 | wew....liputan nya menarik..thanks sharingnya... |
 | yg penting dapet kenalan..:-) |
 | ampuuuuuuuuuuuuuunnn.. itu foto kalian bertiga di bunga papan dari sutiyoso..tumben sih pada gaya standard gitu....? bwahahahaha... ih.. kok tulisan sutiyosonya gede banget ya.. sapa yang meninggal sih sebetulnya...? kikiki... |
 |  Minggu, 27 Januari 2008, pukul 13.10 telah berpulang kepada TYE, orang yang pernah berkuasa selama 32 tahun di negeri ini, Bp. Soeharto dengan segala kekurangan dan kelebihannya. 3 Jam setelah kabar berita kematiannya, saya berkesempatan melihat keadaan di Jl. Cendana dan sekitarnya. Dimana banyak wartawan media cetak maupun elektronik yang meliput secara live, baik dari dalam dan luar negeri. Ditengah2 Soeharto meregang nyawa di RSPP selama 23 hari, status hukumnya dipertanyakan. Aksi unjuk rasa pun mewarnai, baik yang pro maupun yang kontra. Bagaimana opini anda mengenai hal ini? Ditengah tuduhan korupsi yang menimpanya sejak beliau lengser thn. 1998, tak ada kah hal yang baik yang ditinggalkan? Itu tak dapat saya pungkiri, meskipun saya tak mengabaikan banyak pula masyarakat yang kehilangan suami, istri, anak, masa depan akibat kebijakan2nya. Mengingat saya bukan journalis, jadi ini hanya beberapa foto suasana di Jl. Cendana yang sempat diambil, sesaat setelah berita kepergiannya beredar di pubilk.   Wartawan mengambil posisi sampai harus naik ke atas untuk mendapatkan gambar2 exclusive di depan rumah tinggal mantan presiden Soeharto, Jl. Cendana.  Ada juga beberapa journalis yang harus naik pohon untuk mendapatkan gambar siapa saja tamu2 baik pejabat2 penting, mantan pejabat zaman Orde Baru maupun kalangan kerabat Kel. Soeharto.  Salah satu masyarakat, yang turut hadir di Jl. Cendana, ingin memberikan penghormatan kepada mantan orang no. 1, Soeharto dengan membawa bunga tanda turut berduka cita.  Tamu2 yang melayat diantaranya, calon presiden mendatang, Sutiyoso.  Kalangan artis, Nia Daniati & suami.  Setelah selesai melayat, Kak Seto, tepat di depan rumah kediaman Kel. Soeharto diserbu oleh media cetak maupun media eloktronik melakukan wawancara untuk mendapat informasi bagaimana situasi di dalam rumah kediaman dan kesan2 Kak Seto terhadap tokoh mantan presiden RI, Soeharto.  Persiapan yang dilakukan oleh para aparat untuk persiapan tenda, mengatur arus para pelayat, dsb.  Media cetak maupun media elektronik terus menunggu berita2 terkini dan mendapatkan informasi2 dari tamu2 penting yang melayat mengenai jadwal prosesi pemakaman.  Perwakilan kantor berita asing, REUTERS yang turut meliput di rumah duka, Jl. Cendana.\  Reporter SCTV, Bayu yang meliput scara live dari Jl. Cendana yang dikelilingi oleh masyarakat yang datang.  Termasuk dari program2 TV, seperti TOPIK.   Media cetak dan elektronik yang berkumpul di depan Jl. Cendana untuk mengirimkan berita ke kantor masing2.  Hidup di zaman Soeharto berkuasa, terlepas dari masalah hukum, secara kemanusiaan sebagai bangsa, saya menghormatinya dan turut berduka cita mendalam. Selamat jalan Pak Harto, smoga amal baiknya di terima oleh TYME. Amin. Cendana, 27 Januari 2008 Linda Y. Hutabarat liputan lanjutannya di LANUD Halim bisa diliat di http://youfy.multiply.com/journal/item/57/Klimaks  waduh males ach moto2in, takut geer...tau sendiri udah laki, fotografer pula...hualah...malessssssssss ;)) cukup dinikmati dalam hati saja, kenalan aja ogah ;)) |
 | cosmiclawyer : woyyyyyyy........loe ngopy nya sak halaman ya booooooooo......ya alohhhh...panjang beneurrrr....
jeng, klo mo reply, cukup loe blok bagian yg mo loe kutip ajah ;)) |
| |