
Namamu siapa dek? LAMBRE kak... Kau? Robby kak..  Kemarin hari yang menyenangkan bisa berbagi dengan 35 adik2 dari panti asuhan, beberapa berasal dari PAPUA, LAMBRE, ROBBY, MARLINCE, hahhaa...entah kenapa, klo yang berbau PAPUA,selalu menarik perhatianku. LAMBRE dari TIMIKA, ROBBY dari SENTANI, lalu aku crita, kalau aku pernah ke PAPUA. Wahhh mereka antusias banged, LAMBRE bilang ' kalo kakak ke TIMIKA, nanti bapa ku yang jemput, ini no. hp Bapa ku kak..0816 ...... :))), manis sekali anak itu. Perkenalanpun berlangsung pula dengan 35 adik2 yang lain dari yayasan, juga dengan sebagian kawan2 baru yang lain dari parbada@yahoogroups.com, HORAS! :)  Mekarsari, 5 July 2008 Foto by Palty Silalahi, tq ya Ban IR nya ;)
      Tepatnya 2 yl, saya berkunjung ke Padang, beberapa malam menginap di Bukit Tinggi. Disebelah penginapan ada satu homestay, sangat sederhana. Iseng2 mampir, menanyakan harga penginapan disana. Begitu masuk ke ruang tamu, terpampang foto turis2 di Mentawai, map P. Mentawai, album2 foto bertumpuk yang sudah nampak tak tak terawat dengan baik. Tapi isi album itu membuat saya 'deg', nancep mpe sekarang. Foto turis di suku pedalaman Mentawai, dimana mereka berpose dengan mengenaikan pakaian ala suku tsb, unik banged dan viewnya luar biasa. Setelah saya kembali ke Jakarta, koran Media Indonesia mamerin foto bule yang berselancar di Mentawai, ombaknya tinggi banged, lupa tepatnya berapa. Konon ombaknya setara dengan Hawai, wowww..! Sejak saat itu saya punya keinginan untuk kesana. Si empunya rumah ternyata guide lokal yang lebih sering mengantarkan bule2 ke Mentawai. Foto2nya luar biasa sekaligus rada miris, kenapa banyak bule yang kesana ya dari pada wisatawan lokal? hmm....P. Mentawai ini memang belum ter ekspose di Indonesia, sementara di kalangan surfer, pantai2 di Mentawai ini cukup di kenal, karena ombaknya menduduki posisi ke 3 setelah Hawai dan Tahiti, kok bisa jarang orang lokal kesana? mahal? ahhhh...banyak turis lokal yang kaya2, sulit aksesnya? hmm..mungkin yang punya jiwa berpetualang memang lebih banyak turis luar, turis lokal cari yang enak2 aja, yang gampang2 aja, hahahaa...sah2 aja seh, tapi akibatnya, ya itu tadi, banyak kawasan di negeri ini di caplok bule2, dikelola bule2, bahkan orang lokal dah gak bisa lagi masuk ke wilayah tsb dimana tadinya tempat mereka cari makan. Sedangkan lokasi2 tersebut mendatangkan keuntungan, sementara masyarakatnya cuman melongo, gak seimbang dengan harta karun yang dikeruk di wilayah mereka, miris gak seh??? Banyak tempat yang ingin dikunjungi, terutama Indonesia Timur, untuk Indonesia Barat, satu ini bener2 mimpi saya. Foto2 diambil dari http://www.navistar-surf.com/pics.htp
 'Orasi' Berapa sering qta mendengar ato membaca berita di media bahwa pulau A dibeli oleh MR. X, objek wisata di pulau B dikuasai oleh resort asing, dan hanya orang2 bule yang bisa kesana, tertutup untuk wisatawan lokal, apalagi yang pas2an, wahhh...lebih baik berhenti berharap bisa ke lokasi tsb. Yang lebih menyedihkan, masyarakat lokal gak punya akses lagi untuk ketempat tsb, yang notabene tempat mereka mencari makan. Mau protes, tak berdaya maka yang terjadi adalah jadi TAMU DI NEGRI SENDIRI. Tragis! Hiks. Itu pula yang terjadi di Pulau Moyo, Sumbawa. Banyak orang berpikir, pulau ini tertutup untuk umum, begitu pula sahabat saya yang menanyakan hal serupa ketika saya crita kalau saya sedang dalam perjalanan ke P. Moyo, “bukannya P. Moyo tertutup untuk umum Lin?” . Karena hal ini pula, Keke sahabat saya, hendak berorasi di depan Amanwana Resort :)) *tentu ini hanya main2*. Orasi versi Keke 'AMPAR-AMPAR PISANG, PISANG KU ....." *dibaca seperti orang sedang orasi sambil tangannya dikepalkan seperti menuntut turunkan harga BBM yang sedang marak* :))) *pis KE!*  Tentang P. Moyo Pulau ini dapat diakses melalui Pelabuhan Badas, tapi khusus bagi tamu Amanwana Resort ;p. Nyebrangnya aja nih butuh biaya 55 USD PP. Lalu bagi wisatawan lokal, apalagi kelas backpacker, ya kudu cari jalur tikus, heheh.. bisa melalui jalur nelayan di Pelabuhan Sumbawa Besar. Waktu yang ditempuh dari Pel. Sumbawa Besar ke P. Moyo berkisar antara 3-4 jam dengan kondisi cuaca cerah. Amanwana Resort sendiri menguasai 30ribu hektar lahan. Menurut Lonely Planet edisi terbaru, bermalam disini berkisar 7-8jt saja per malam., uhuyyyy..... Jadi kalau bukan penggede/terkenal ndak mungkin berlibur ke Moyo. Apalagi sejak Lady Diana pernah berkunjung ke P. Moyo thn. 1993, pulau ini makin dikenal luas, bahkan selebritis kelas dunia lain pernah kesini, seperti Bill Gates, Mick Jager. Beuhhh...kalau aja mereka datang kesini jauh2, masaaa qta enggak? Lady Keke, Lady Harum & Lady Linda Yuliana Hutabarat *puas gak namaku lengkap, biar gak salah, Linda mana* harus menapakkan kaki ke pulau ini, gak bisa! pokoknya qta harus kesini apapun caranya! yang pasti gak berenang lah yaoww dari Pel. Badas . Keberangkatan kami pun sempat tertunda sehari karena kapal belum balik melaut dari waktu yang dijanjikan, wahhh...sempet deg2an, mules juga nunggu konfirmasi, jadi enggak, jadi! Karena tujuan utama trip ke P. Sumbawa ini adalah si P. Moyo inilah. Untunglah trip ke Pulau Moyo + P. Satonda, bisa direalisasi di hari ke-3 & ke-4 di Sumbawa. Akhirnya brangkattt..., pasukan dari Sumbawa, Opan, Doni, Jali, crew kapal : Bucex pada kemudi, Oi pada nafigator dan cewek2 tangguh *kata Opan, nanti saya crita kenapa dia berikan julukan ini pada kami*. Ransum untuk 2 hari dah disiapi. Rencananya kami bermalam dikapal. Selama perjalanan ke P. Moyo diliputi rasa penasaran, kek apa sih Amanwana Resort itu yang dikunjungi Lady Diana itu? Opan bilang, pulau ini bisa dikunjungi, tentu aja gak dikawasan Amanwana, bisa diusir, katanya. Waduhhh...mpe sgitu kah? Menurut orang2 lokal, 2 stasiun TV nasional aja gak bisa tembus masuk ke resort ini untuk liputan wisata, wahh...paraaahhhh.....! Mungkin menurut mereka, mereka gak perlu publikasi kok, wong dah terkenal, lagian sasarannya bukan masyarakat umum tapi untuk bintang2 filem terkenal *terkenal belum tentu kaya toh? ;p*, yang buang duwit gak pake mikir. Dikejar patroli Amanwana :)) P. Moyo memiliki 2 desa yaitu Labuhan Aji dan Desa Sekotok. Jadi kamipun berencana merapat disana. 3 jam kemudian, dari jarak kejauhan, crew kapal nunjuk2, itu loh resortnya, yang terlihat hanya titik2 putih aja di bibir pantai, saya bilang, bisa gak ebih dekat lagi, melintas di depan resort. Bucex si ‘pilot’ stuju. Hmm..mungkin jarak 500m kami melintas didepan resort, aga kami bisa melihat lebih jelas penampakan Amanwana Resort. Sibuklah kami mengabadikan resort, jeprat jepret jeprat jepret diantara goyangan kapal. Asik2 motret, tiba2 dari arah pantai Amanwana, speedboat meluncur ke arah kapal kami, waduhhhh gimana neh..... Coba Lind, keker, siapa yang datang. Dikeker dari balik fiew finder camera, waaaaaa....security Amanwana bo! Lalu kawan kami memberikan instruksi, kamera smua disimpen!!! Secepat kilat kamera diamankan, gak lucu kan kalau kamera dirampas. Untungnya tidak....*alhamdulilah.. Tuhan Maha Adil* Ketika mendekat, security menanyakan punya ikan gak?! hah! plis deh, masa dia NANYA IKAN DOANG? gak mungkinkan Amanwana kehabisan stock ikan??? hufftttt......lega. Pasti dia gak bermaksud minta ikan beneran, hanya alasan untuk memastikan kapal kami aman, gak ada paparazi.  Yang mimpi ;p Sementara insiden ini terjadi, Harum sedang Zzzztttt.......*mimpi bobo di Amanwana Resort ya RUM? ;)), ikuttttttt......................* -bersambung*
Bersama 2 sahabat, Harum & Keke, kami berkunjung ke Sumbawa, bulan Mei, adalah waktu yang tepat! Cuaca cerah, lcenderung panas dan panasnya, ruarrrr biasa, bikin mata mengernyit, silau mannn… . Temen2 orang Sumbawa bilang, Sumbawa punya 7 matahari, untuk mengekspresikan betapa panasnya Sumbawa. Saya pun mengingat2 apa aja bawaan di tas yang mampu menangkal teriknya matahari. Sudah saya duga sebelumnya, bahwa cuaca disana panas,seharusnya saya membawa clana panjang, tapi karna prasaan klo pake clana panjang, ribet banged, akhirnya setelah pertimbangan berhari2 dibawa ato ngak, clana panjang ku teteub bersemayam dalam lembari. Hari 1 meng-eksplore daratan Sumbawa Besar, poto village - semongkang highland - labuan badas. Pagi cuaca cerah, sejuk, begitu matahari beranjak naik, beuhhhh…..gak kuat! Meskipun saya sudah hitam *manis ;p*, sesungguhnya saya gak kuat terik matahari, apalagi silaunya, bikin mata sipit. Jadi qta pun mengakalinya, smua perlengkapan untuk perlindungan menyeluruh *bahasa iklannya Harum* dikenakan, mulai sunblok body, muka di oleskan, topi, selendang, sunglass, spatu tertutub biar gak belang, yang gak bawa terpaksa pake sandal gunung + kaos kaki, jaket + kapucong, saputangan untuk tutup hidung mulut, pokoknya lengkap!  tapiiii...kenapa penampakannya jadi kek teroris gini ya? hmm...meskipun demikian, teteub optimis, mana ada teroris maniz2 kek gini? *pemuja diri sendiri_stadium 31/2*  Smoga teman2 masih mengenalinya, tanpa harus berpikir keras.   19 Mei 2008 Sumbawa Besar
Ide untuk travelling bisa datang kapan dan dimana aja, bahkan ketika trip sedang berlangsung, sudah merencanakan trip lain, ah itu biasa bagi yang suka traveling. Sejuta rencana trip, berburu tiket murah adalah seni tersendiri,membicarakannya saja bisa memacu adrenalin :)), soal nantinya jadi tidak berangkat, meskipun tiket sudah ditangan, menjadi persoalan lain. Bgitu juga dengan ide backpack ke Sumbawa, yang sebelumnya rencana hanya ingin motor2an di Bali, ke Ambon, ke Kupang, sampai akhirnya Sumbawa pemenangnya. :)). Nyocokin waktu cuti dengan yang lain, budget, dll selama 3 minggu, up and down, saling ngomporin, akhirnya qta memutuskan backpack ke SUMBAWA dengan persiapan dadakan. Cuti belum lagi di approve, tiket pulang sudah ditangan, sementara tiket brangkat belum ada, wadowww.... Kejar2an dengan waktu, dag dig dwerrr..nunggu cuti di approve ato gak, koordinasi kanan kiri, akhirnya... brangkattt!  Barang bawaan sudah di check list, yang bikin pusing saat packing apalagi kalau bukan mitch and match wardrobe :)). Biasa toh klo cewek, bawa clana panjang gak? clana pendek berapa? Kaos berapa? Warna apa? Baju tidur gimana? Spatu trekking perlu bawa gak? Ato sendal aja? Topi? Sunglass? Ini, itu, onoh inihhh, beuuuhhhh..... Macem2 aja pertimbangannya yang bikin packing gak kelar2 selama 4 hari, milih kaos yang enak dipakai, tipis *klo basah gampang kering*, warna gonjreng, itulah, inilah, pokoknya bikin gemez! Sampai hari H, masih aja ada yang kurang pass, yang barang bawaannya kebanyakanlah, gak bawa clana panjanglah,bawa kaos kebanyakan, dsb, sampai2 ada yang bawa pembolong kertas :)), backpacker yang aneh. Membandingkan dengan Trinityy dari bukunya 'The Naked Traveller' , baju yang dibawa setiap kali dia backpack hanya membawa 5 kaos, 2 clana pendek, 1 clana panjang + kain pantai, lalu qta?bawa 8 kaos, 3 clana pendek, 2 clana 3 /4 + kain pantai untuk kurun waktu 9 hari saja. :)) Kloter pertama, Keke brangkat duluan beberapa hari sebelumnya, rute Jakarta-Baluran-Surabaya-Mataram-Sumbawa, lalu kloter ke-2 nyusul, saya dan Harum dengan rute Jakarta-Denpasar-Lombok-Sumbawa. Perjalanan saya dan Harum, stard tgl. 16 siang s/d 24/5/08 malem (sekali), total 9 hari (rencana awal) dengan itinerary yang bongkar pasang. Berhubungan yang berangkat cuma ber3, jadi gak terlalu ribet, scara smuanya yak yuk aja. Trip overland by bus, stard Jakarta – Denpasar – Lombok – Sumbawa, lalu kembali Sumbawa – Lombok – Bali by bus, then dari Denpasar ke Jakarta by flight. Total 5 x nyebrang laut, huekkk..., 1 x terbang, 3 hari by bus, beuhhhh....., puas ! ;)).  Senengnya perjalanan scara backpack, qta bisa berinteraksi dengan orang lain. Selama perjalanan, ketemu orang2 baik, sampai driver Safari Dharma Raya menawarkan tiket gratis untuk perjalanan berikut, dapet makan gratis, hahahaa...yang penting niat baik mereka, itu yang bikin hatiku tersobek2 *halahhh...*. Kenalan dengan orang2 lokal di kapal, dari Lombok, dari Sumbawa, bahkan Keke sempet berkenalan dengan pejabat Komisi C dari Sumbawa :)), mereka semua memberikan informasi tempat2 yang bagus untuk dikunjungi, juga menawarkan bantuan, wah ... wahhh....., ternyata banyak orang baikkk yaaaa... Keberuntungan gak berenti hanya sampai di kapal, keberuntungan itu terus berlanjut sampai kami tiba di Sumbawa.  Diterima oleh keluarga yang sangat hangad, sarapan pagi, siang, malam dimasakin termasuk juga di khawatirin, layaknya anak sendiri. Belum lagi kami pulang ke Jakarta, sudah ditanya, kapan kami datang lagi. *Thanks untuk Kel. Opan*. Lalu disana qta ketemu gank yang seru! Opan, Doni * ma' men * & Jali, persahabatan baru yang tak ternilai... Dan ketika kembali ke Jakarta melalu Denpasar pun, terjadi serendipity, dapat bonus 1 hari di Bali, yang semula qta harus pulang ke jakarta tgl. 24, di undur tgl. 25, chihuuuyyyy..... Di Bali masih dipertemukan teman2 yang tadinya hanya kenal di dunia maya, bisa kopdar di Bali dan salah satu nya adalahhhh.......asli anak Flores, it's means....trip indonesia timur sudah punya basecamp :)) *pede jaya*. Dotten, Lina, Lutfi, Tyo, Ciput, moga2 waktu mempertemukan qta lagi untuk mengobrak abrik kawasan timur indonesia *arep.com*. Berikut beberapa tips yang mungkin bisa bermanfaat agar kamu nyaman selama perjalanan overland : -
Paling strategis pilihlah bangku deretan no. 2, kenapa? Apabila kamu duduk di deretan paling depan, pada malam hari, arah lampu2 mobil dari arah yang berlawanan sangat menyilaukan, membuat kamu sulit tidur dan kalau siang, silau karna panas. Duduk terlalu tengah, apalagi blakang, biasanya orang2 yang mudik, yang bawaannya gak tanggung2, kardus, karung, tau dong bawaannya sebesar apa... ;)) -
Kalau kamu seperti saya, ngak kuat dingin, sebaiknya bawa jaket, ada kapucongnya lebih enak, kaos kaki, syal, bawa batal leher + minum obat antimo kalau kamu suka mabuk dalam perjalanan, dijamin tidur nyenyak. -
Bawa penutup mata/sapu tangan untuk menghalau imbas silaunya lampu dari depan. -
Siapkan uang recehan, tapi klo benar2 ingin berhemat, untuk 'kebelakang' ada budgetnya. Tarif toilet buang air/besar kecil Rp. 1000,-, mandi Rp. 2000,-, jadi pandai2 lah mengatur buang hajat, bayangkan klo mesti 10 – 15 x bolak balik ke blakang, kamu bisa hitung, kecuali ngirit minum, brarti ngirit ke blakang juga :)). -
Pastikan barang2 berharga selalu dibawa, kecuali ada teman yang bisa dititipi. -
Buku, majalah, mp3, camera bisa menghibur selama perjalanan, pilih bacaan yang ringan, yang bisa bikin ketawa ngakak, min. kamu bisa berkhayal ;p. -
Obat2an ringan spt : minyak angin, antimo, vitamin ada di tas. -
Gak perlu pakai perhiasan berharga, malahan bisa mengundang bencana. -
Tissue kering & basah jangan lupa dibawa. Ini gak mutlak, kamu bisa sesuaikan dengan kondisi dan kebiasaan masing2 :). Thanks to my best friends, Keke, Harum, Kel. Sumbawa dan orang2 yang kami temui selama perjalanan yang membuat perjalanan ini berwarnaaa seru...! hehehe..  Foto 1 & 2 by Harum
16-25 Mei'08 Salam backpack! Linda
Tepat 1 bln lalu, gw memutuskan merubah penampilan rambut yang kriwil jadi lempeng gak karuan. Sempet kehilangan jati diri sesaat setelah rambut di smooting :)), dari kriwil ke lempeng, kek nya gak gw banged, meskipun lebih rapi, bukan brarti kriwil gak rapi loch...., kecuali...*stttt..* klo gw gak keramas beberapa hari :p, rambut gw uwel2 dan itu gak nyaman banged. Now, gw kangen dengan rambut kriwil gw, meskipun agak ribet ngurus rambut kriwil, apalagi terakhir rambut gw agak panjang, perlu extra sabar, extra budget ngurusnya, extra waktu. Lebih repot lagi, klo gw sedang traveling, scara ya, gw traveling ala backpaker, jadi bawaan gw bener2 minimalis, hairdryer gak selalu gw bawa. Dan yang memicu gw utk potong rambut + smooting tuh salah satu sahabat gw, Dina, setelah tragedi di trip Borneo bulan lalu :)). Jadi Din, loe harus bertanggung jawab atas musibah ini ;p. before after Sampai akhirnya, gw memang harus menerima kenyataan, nikmati rambut lurus, abis katanya gw keliatan lebih muda sehari :p. *curhat gak penting* :)) Linda
Ketika saya berkesempatan ke KL beberapa waktu yang lalu, sahabat saya mengatakan, bahwa saya harus foto di gedung tertinggi ini, Petronas. Loe harus motret disini Lin! mumpung disini, jauh2 kesini, ngapain klo gak motret disini. Jadi ada tandanya loe pernah kesini. Bgitu alasan sahabat saya. Waktu itu saya tak begitu berminat foto disini, hmm...karena saya menganggap gedung seperti ini tak terlalu istimewa buwat saya. Demi menghormati sahabat saya yang bgitu antusias, akhirnya sayapun bersedia. Lalu sahabat yang lain mengatakan, loe yang kek gini, gak tertarik Lin, klo yang fenomena alam baru loe uber2! Taken by Hendry S. April 2007
Rawamangun, Sabtu, 26 Januari 2008, pukul 19:00 pm diadakan pertujukkan seni budaya Batak dengan thema GONDANG NAPOSO, yang artinya tarian/kesenian anak muda, dimana Gondang Naposo ini adalah kesempatan bagi muda mudi untuk berkenalan mencari teman, syukur2 dapat jodoh :)). Pertujukan ini diisi oleh musisi Batak, antara lain, VICKY SIANIPAR, TONGAM SIRAIT dan beberapa artis lain. VICKY SIANIPAR salah satu musisi batak yang ingin memperkenalkan lagu2 daerah, khususnya lagu2 batak yang dimainkan dengan gaya musik etnic kotemporer. Beberapa lagu yang sangat terkenal seperti Sigulegulepong, Lisoi, Asingsingso, dsb, bahkan ada pula lagu2 jawa yang dikolaborasi dengan lagu2 batak, spt HORAS BANYUWANGI & BUBUY BULAN. Saya salut masih ada anak muda yang peduli dengan kesenian budaya batak. Saya sendiri sangat mencintai budaya kesenian Batak, meskipun belum fasih, apalagi kalau mendengar musik uning2an, rasanya saya tak bisa berdiam tanpa mengikuti alunan musik tsb. Berikut beberapa gambar yang berhasil diambil ketika acara berlangsung. Saya berharap kesenian seperti ini bisa terus berlanjut.Kalau bukan kita, siapa lagi? HORAS! Rawamangun, 26 Januari 2008 Linda Yuliana Hutabarat     KOMUNIATAS MILIS BATAK GAUL & BATAK PARBADA
 
Minggu, 27 Januari 2008, pukul 13.10 telah berpulang kepada TYE, orang yang pernah berkuasa selama 32 tahun di negeri ini, Bp. Soeharto dengan segala kekurangan dan kelebihannya. 3 Jam setelah kabar berita kematiannya, saya berkesempatan melihat keadaan di Jl. Cendana dan sekitarnya. Dimana banyak wartawan media cetak maupun elektronik yang meliput secara live, baik dari dalam dan luar negeri. Ditengah2 Soeharto meregang nyawa di RSPP selama 23 hari, status hukumnya dipertanyakan. Aksi unjuk rasa pun mewarnai, baik yang pro maupun yang kontra. Bagaimana opini anda mengenai hal ini? Ditengah tuduhan korupsi yang menimpanya sejak beliau lengser thn. 1998, tak ada kah hal yang baik yang ditinggalkan? Itu tak dapat saya pungkiri, meskipun saya tak mengabaikan banyak pula masyarakat yang kehilangan suami, istri, anak, masa depan akibat kebijakan2nya. Mengingat saya bukan journalis, jadi ini hanya beberapa foto suasana di Jl. Cendana yang sempat diambil, sesaat setelah berita kepergiannya beredar di pubilk.   Wartawan mengambil posisi sampai harus naik ke atas untuk mendapatkan gambar2 exclusive di depan rumah tinggal mantan presiden Soeharto, Jl. Cendana.  Ada juga beberapa journalis yang harus naik pohon untuk mendapatkan gambar siapa saja tamu2 baik pejabat2 penting, mantan pejabat zaman Orde Baru maupun kalangan kerabat Kel. Soeharto.  Salah satu masyarakat, yang turut hadir di Jl. Cendana, ingin memberikan penghormatan kepada mantan orang no. 1, Soeharto dengan membawa bunga tanda turut berduka cita.  Tamu2 yang melayat diantaranya, calon presiden mendatang, Sutiyoso.  Kalangan artis, Nia Daniati & suami.  Setelah selesai melayat, Kak Seto, tepat di depan rumah kediaman Kel. Soeharto diserbu oleh media cetak maupun media eloktronik melakukan wawancara untuk mendapat informasi bagaimana situasi di dalam rumah kediaman dan kesan2 Kak Seto terhadap tokoh mantan presiden RI, Soeharto.  Persiapan yang dilakukan oleh para aparat untuk persiapan tenda, mengatur arus para pelayat, dsb.  Media cetak maupun media elektronik terus menunggu berita2 terkini dan mendapatkan informasi2 dari tamu2 penting yang melayat mengenai jadwal prosesi pemakaman.  Perwakilan kantor berita asing, REUTERS yang turut meliput di rumah duka, Jl. Cendana.\  Reporter SCTV, Bayu yang meliput scara live dari Jl. Cendana yang dikelilingi oleh masyarakat yang datang.  Termasuk dari program2 TV, seperti TOPIK.   Media cetak dan elektronik yang berkumpul di depan Jl. Cendana untuk mengirimkan berita ke kantor masing2.  Hidup di zaman Soeharto berkuasa, terlepas dari masalah hukum, secara kemanusiaan sebagai bangsa, saya menghormatinya dan turut berduka cita mendalam. Selamat jalan Pak Harto, smoga amal baiknya di terima oleh TYME. Amin. Cendana, 27 Januari 2008 Linda Y. Hutabarat liputan lanjutannya di LANUD Halim bisa diliat di http://youfy.multiply.com/journal/item/57/Klimaks
 Kebaktian minggu lalu, pendeta si A *sebut saja namanya A* 'marah2'. Gayanya klo kotbah memang begitu, ceplas ceplos, dgn intonasi naik tidak turun, namanya juga marah :)). Tapi apa yang di kumandangkannya memang benar adanya. Kali ini dia mengingatkan tentang anak2 terlantar, anak2 yatim piatu. Natal itu jangan dilewati hanya dengan, beli baju baru, ke gereja, kumpul keluarga dan makan2 enak. Lalu selesai. Siapa yang mikirin anak2 terlantar? anak2 yatim piatu? siapa yang beliin mereka baju baru? makanan enak2 seperti yang kalian siapkan disaat natal? Ya, kotbah pagi itu, mengingatkan kembali, untuk berbagi dengan anak2 yang tak seberuntung saya. Saya bener2 sukacita menunggu kunjungan ini, smoga tak ada halangan. Tunggu aku kawan! :)
Pernahkah anda mengalami, ketika menatap mata seseorang,tanpa berkata-kata, namun anda dapat merasakan apa yang dirasakannya, bahkan dengan orang yang tak anda kenal sebelumnya. Mata, adalah jendela hati. Apa yang dirasakan, tercermin dari mata. Dari tatapan mata, anda dapat merasakan ada apa disana, kasih tanpa pamrih? cinta? takut yang tiada duanya? kebencian yang luar biasa? kemarahan yang tak tertahankan? nafsu yang membakar? kebohongan? atau penderitaan yang tak terperi? Maka tak salah, kalau orang bilang, mata adalah jendela hati, menyimpan seribu cerita.
Tatap mata saya!
Foto diambil di Merauke, Papua, 17/8/07
 Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti saresehan, dimana pembicaranya adalah fotografer Darwis Triadi, yang berkaitan dengan pameran foto FACE OF INDONESIA yang didukung oleh Sampoerna Foundation dalam rangka menggalang dana bagi dunia pendidikan. Singkat cerita, saresehan ini terjadi tanya jawab dengan si fotografer. Ada yang bertanya, kenapa kok foto yang dipamerkan foto landscape, mengingat beliau dikenal sebagai fotografer model. Jawaban 'seorang fotografer, seyogyanya mampu membuat foto apa saja. Mengingat dulu waktu awal merintis karier, kesempatan yang datang justru dari foto model, karena harus makan, akhirnya saya focus kesini'. Adalagi pertanyaan2 teknis, kenapa foto yang di pamerkan 80% IR? katanya beberapa tahun belakangan ini, foto IR berkembang, tidak hanya hitam putih, tapi bisa berwarna, dan bla..blaaa. Lalu ada pertanyaan lagi, 'nama DARWIS TRIADI itu sekarang ini menjadi suatu brand, bagaimana strategi marketingnya?bagaimana awal mula kariernya sehingga dia cukup dikenal?' jawabnya, saya tidak pernah bercita2 menjadi terkenal, strategi marketing dsb saya gak ngerti. Kalau akhirnya berkembang seperti sekarang ini, itu karena ada orang2 yang membantu saya. Tugas saya hanya membuat foto, saya ini seniman, mbak... Foto diambil di Pameran Face of Indonesia, Sency.
Ingin belajar Travel Fotografi bersama para Fotografer profesional secara gratis? Melatih atau sekedar mencoba merasakan keasyikan Rafting dan Diving? Atau menjadikan hobi jalan – jalan anda sebagai sumber penghasilan? Ingin sekedar gathering bersama para penggiat kegiatan alam bebas atau berpetualang bersama? Ingin Melengkapi kebutuhan outdoor gear anda? Ingin merasakan travelling dan petualangan yang berbeda dengan Outdoor – Backpacking Trip Organizer? Terbuka untuk umum, Kunjungilah..!! KELANA NUSANTARA 2007 Café Omah Sendok, Jl. Mpu Sendok 45 Kebayoran baru 17 – 18 November 2007 : 10.00 - 22.00 WIB PAMERAN FOTO "KELANA NUSANTARA" : Sebuah Pameran foto "All about Indonesia" hasil bidikan foto para penggiat kegiatan alam bebas dalam mengabadikan keindahan dan kekayaan alam Indonesia dalam bingkai foto. Sabtu - Minggu : 17 - 18 November 2007 : 10.00 - 22.00 WIB GRATIS!! WORKSHOP FOTOGRAFI '"POCKET POWER" & BEDAH FOTO EKSEBISI : Wacana mengulas tentang fungsi kamera saku, pengenalan fitur kamera saku, memaksimalkan hasil foto dari kamera saku dengan pemahaman konsep-konsep dasar fotografi (Peserta disarankan membawa kamera masing - masing untuk praktek langsung) . Pembahasan case study foto-foto eksebisi yang lolos kurasi, pemilihan foto TRAVEL FOTOGRAFI terbaik : Pembicara : Arbain Rambey, Jurnalis dan Fotografer senior Kompas Timeline : Minggu, 18 November 2007 : 15.00 - 17.30 WIB GRATIS!! WORKSHOP TRAVEL PHOTOGRAPHY : Mengulas konsep dasar TRAVEL FOTOGRAFI, lingkup dan tujuan. Pembahasan teknis fotografi untuk menghasilkan kualitas foto-foto yang lebih baik (Peserta disarankan membawa kamera masing - masing untuk praktek langsung) . Pembicara : Tony Bachtiar, Fotografer Profesional Timeline : Sabtu, 17 November 2007 : 15.00 - 16.30 WIB GRATIS !! WORKSHOP TRAVEL JOURNAL WRITING : Workshop penulisan artikel traveling "Turn your journey into money". Pembicara : Teguh Sudarisman - Travel writer, Managing Editor sebuah grup majalah traveling & lifestyle Timeline : Sabtu - Minggu, 17 - 18 November 2007 : 13.45 - 14.45 WIB GRATIS !! WORKSHOP RAFTING & DIVING : Pembicara : Cherokee & Tirta Satwa Community, Rafting & Diving Provider Timeline : Sabtu - Minggu, 17 - 18 November 2007 : 12.30 - 13.30 WIB TRIAL SCUBA DIVING : Fasilitator : Cherokee & Tirta Satwa Community, Rafting & Diving Provider Timeline : Sabtu - Minggu, 17 - 18 November 2007 : 10.00 - 17.00 WIB GRATIS !! WORKSHOP MOUNTAIN BIKING : Pembicara : Team Damhar Timeline : Minggu, 18 November 2007 : 10.00 - 11.00 WIB BAZAAR : Saatnya berburu outdoor gear, info kegiatan alam bebas maupun mengikuti kegiatan alam bebas bersama Trip organizer. Bazaar digelar sepanjang acara berlangsung, Sabtu - Minggu, 17 - 18 November 2007 : 10.00 - 22.00 WIB GRATIS !! Travel Fotography & Trip sharing : Sebagai sarana sharing pengalaman, berbagi info dan pengetahuan serta ajang gathering bagi para penggiat Travelling & kegiatan alam bebas, pecinta Travel fotografi seputar kamera dan tips & triknya (Peserta disarankan membawa kamera masing - masing untuk praktek langsung) maupun kegiatan travelling dan alam bebas dalam suasana yang santai dan penuh persahabatan. Pembicara : Outdoor - Backpacking Trip organizer & Penggiat kegiatan dan Fotografi alam bebas GRATIS !! Aneka Hiburan, games dan activity: Selain beberapa acara unggulan, akan digelar aneka hiburan, games dan aneka kegiatan lain untuk memeriahkan penyelenggaraan acara "Kelana Nusantara 2007", nonstop selama acara berlangsung, Sabtu - Minggu, 17 - 18 November 2007, jam 10.00 - 22.00 . Aneka kegiatan tersebut meliputi gathering, travelling tips & sharing, Fotografi Tips & sharing, kuis, games yang dijamin akan sangat menarik dan membuat anda menyesal jika tidak mengunjungi acara secara keseluruhan. Detail keseluruhan acara dapat dilihat di : * Hanya dengan entry fee Rp. 10.000 anda bebas mengikuti semua Workshop secara gratis!! * Pendaftaran semua Free Workshop langsung dilokasi acara, karena tempatnya terbatas berlaku first come first serve. * Informasi lebih lanjut bisa menghubungi : Yudi (0813 11222773), Yeyen (0811191711) Rute transportasi umum kelokasi : Dengan kendaraan umum dari terminal Blok M, turun di depan apotek Potenza, jalan lurus sampai ketemu café Omah Sendok disebelah kiri jalan. Kopaja 57 (Blok M – Cililitan) PPD 45 (Blok M – Cililitan) Kopaja 620 ( Blok M – Psr. rumput ) Kopaja 616 ( Blok M – Cipedak ) Metromini 75 ( Blok M – Psr minggu) Metromoni 77 ( Blok M – Ragunan ) Untuk pemakai kendaraan pribadi, karena Jl. Senopati (menuju tempat) berlaku satu arah disarankan masuk melalui arah Bundaran Ratu Plaza (antara Sudirman & Sisingamangaraja) atau dari SCBD, terus sampai ketemu apotik Potenza atau Pom Bensin Senopati (ikuti denah) Denah kelokasi diCafe Omah Sendok dapat diakses di :
kawanku mengeluh, 'gw bener2 bosan, dengan semuanya, pekerjaan, keluarga,temen2,gw bener2 pengen pergi!' aku sepintas saja menanggapinya sambil 1/2 nyeleneh, "jangan jauh2 yaaa...." Bosan, ...setiap kamu pasti pernah mengalaminya. Kadang gak tau lagi harus ngapain, malas mikirin kerjaan yang tak kunjung usai, malas mendengarkan ocehan orang lain, malas bertemu dengan siapapun, malas ikut trip2 yang gegap gempita, huffftttt...... Kalau sudah begini, memang paling nyaman sendiri, itu saja. boleh kan? tentu saja boleh. Siapa yang mo melarang? tak ada. Pergi dan berpetualang sendiri, melangkah kemana hati membawa. Menikmati alam semesta, menikmati hangatnya mentari pagi, menikmati birunya langit, merasakan sejuknya air mengalir bening, tidur dibawah bintangbintang, perfect! aku ingin pergi...*monggo mbak...* Linda *foto diambil di Bodogol, 18.03.07*
| |